Header Ads

KAMBING HITAM MENGUNDANG ANDA KE: LUKA YANG MENYAKITKAN

Aku telah banyak kehilangan dari segala perih dari segala luka, Aku telah mengubur dalam sebuah narasi yang tak bisa aku ungkapkan disini, Rasa telah mati tak tersisa terkuras rasa benci yang bertubi tubi, Di dalam sini seperti tak ada lagi nurani yang hidup beberapa dekade tanpa narasi. Separuh dan tak utuh tersayat keadaan, Aku seseorang yang hilang arah seperti cerita basi yang hilang arti, Seperti halnya dengan semesta yang memaksa untuk menerima fiksi ini, Diam adalah tempat terluas yang ku kunjungi tanpa henti, Sampai hari ini semuanya terekam, Dan mulai hari ini sampai nanti . 

Ku kira kelam ternyata hari ini masih terulang, di hantam di terjang semoga saja rintik nya tak lagi jatuh dan tumbang, aku si kambing hitam yang di tuduh bersalah tanpa ada kejelasan. Kejar lah lelahnya nanti saja menang tak harus menjijikan bercahaya karena ada manusia, berbunyi kalau ada kerumunan. 

Seperti pagi yang mentarinya hilang, menjadi baru saja tetap salah jika sudut pandangmh melihat dari batu yang menjatuhkan seorang yang sedang diam saja. Ahhh...tempurung.

Lupa cara nya berdiskusi 2-3 arah, mendengarkan tanpa di dengarkan keras kepala memang bahkan ilmu hukum, filsafat dan segala macam yang ada di otak ku tak berguna, lalu ada yang lebih penting dari pada menegakkan kepala pada orang yang sedang jatuh yaitu mengulurkan tangan. 

Kambing hitam lampau dan kambing hitam di masa depan, sama-sama di kambing hitamkan dengan cara yang berbeda, luka di sekujur tubuhnya belum sembuh dan ada luka baru yang masih basah dengan darah, memang dunia ini hanya perihal salah dan menyalahkan atau saling bantu?.  Tetap saja dunia ini adalah tempat mu menjadi kambing hitam dan baiknya cara nya adalah lupa menjadi kambing, kembali menjadi umbi yang saatnya mati adalah kenikmatan bagi orang yang memakan. 



No comments

Powered by Blogger.