Header Ads

CARA HEMAT MEMBUAT PAKAN IKAN

 



kendala terbesar dalam perikanan adalah harga pelet yang sangat mahal sehingga perbandingan keuntungan dan mudal terlampau jauh, jika FCR 1:1 pada ikan lele maka pada 1000 ekor ikan akan mumbutuhkan pakan 100Kg untuk menghasilkan daging 100Kg jka harga pakan Rp9.700 dikalikan 100 maka hasilnya 970.000 dan harga bibit 180/ekor x 1000 ekor maka 180.000 ditambahkan pakan maka hasilnya Rp1.250.000 jika hasil pasaran Rp15.500 x 100kg maka Rp1.550.000 dikurangi modal hanya dapat Rp300.000 itu kalau ikanya hidup 100% bagai mana kalau angka kematianya 10% saya yakin kalan tidak mau budidaya ikan lele lagi

lantas bagaimana mensiasati harga pakan yang mahal apakah ada cara? diberi pakan tambahan kah berupa keong, bangkai atau apapun? salah, jka budidaya lele diberi pakan tambahan berupa daging apapun lele akan menjadi lebih kanibal lagi itu lebih merugkan lagi, jawaban yang benar adalah pakan buatan yang berprotein sama dengan pabrikan dengan harga yang lebih murah,

sekali lagi saya ingatkan bahwa hitungan yang saya pakai sesuai dengan perhitungan harga pokok yang ada di oku timur, bahan apakah yang bisa kita pakai untuk mendapatkan protein yang setara dengan pakan pabrikan, yaitu magot orang sering menyebutnya black soldier flay larva ini memilki protein 40%, dan saya menyebut belatung.belatung ini sangat mudah didapat di oku timur karena disana ada perkebunan kelapa sawit dan juga pasar yang menyisakan bahan sayuran hanya dibakar seperti yang ada di pasar BK16, sribantolo, pematang, BK12, terlebih lagi pasar gumawang dan BK9, mereka belum mengerti apa kegunaan sampah tersebut, berikutnya saya jelaskan cara membuat media budidaya magot

alat yang digunakan
1. ember hitam/drum plastik jika menginginka sekala besar
2. plastik hitam
3. tali rafia
4. selang
5. nampan

bahan
1. sampah sayuran terbuang/bungkil kelapa sawit/ bekatul dan ampas tahu yang difermentasi

langkah pembuatan dengan sampah sayur

masukan sampah sayur kedalam tong dan tutup rapat menggunakan plastik hitam kemudian ikat dengan tali rafia, lubangi tali rafi dan masukan selang kedalam tong tersebut pada ujung satu dan yang satunya lagi di letakan kenampan gunanya selang tersebut supaya magot dapat bermigrasi kenampan yang bersih kemudian letakan tong ketempat yang teduh tanpa terkena sinar matahari, setelah 2 minggu sebagian magot sudah ada yang bermigrasi, jangan lupa untuk memberkan pakan berupa dedak dan ampas tahu pada nampan

perhitunganya dalam 100kg media bahan budidaya menghasilkan sekitar 60Kg magot, bagai mana sangat mudahkan budidaya protein 40% ini

kemudian perbandingan membuat pakan ikan adalah ampas tahu, bekatul, dan magot yaitu 3:2:1 ini menghasilkan protein 26,8% protein, berkut perhitunganya

1 .fermentasi ampas tahu 24% protein
2. fermentasi bekatul 14% protein
3. magot 40%
4. tepung kan 70%

perbandingan bahan 3:2:1:1jika digunakan hitungan kilo maka 3kg ampas tahu 3kg dedak 2kg magot 1kg tepung ikan, maka perhitunganya adalah total protein di bagi dengan bagian bagian bahan yaitu

1. ampas tahu 3kg = 4,8 ons protein
2. dedak 3kg =4,2 ons protein
3. magot 2kg= 8 ons protein
4. tepung ikan 1kg= 7 ons

total= 9kg bahan 2,1 kg protein maka proteinya adalah 2,1/9x100%= 26,66%

 kok cuman segitu padahal pakan pabrikan 30% itu cuma 26,6% bagaimana bisa sama dengan pakan pabrikan,? nah bagi teman teman saya yang sudah membaca artikel saya di cara budidaya lele murah pasti ingat bahwa penggunaan pakan yang di tambahkan probiotik, probotik yang dibuat harus menggunakan ar rendaman kedelai yang memiliki kandungan protein 5-6%, saat pemberian pakan campurkan probiotik dulu pada pakan agar kandungan proteinya lengkap,

berikutnya adalah analisis harga pakan perkilo

1. ampas tahu 3kg x Rp500/Kg= Rp1.500
2. bekatul 3Kg x Rp1000/kg = Rp 3.000
3. magot 2Kg = geratis
4. tepung ikan 1kg= Rp15.000

total 19.500/9= Rp2.170/kg

jika anda ingin memelihara ikan 10.000 ekor maka yang dibutuhkan ialah 800kg pakan x Rp2.170= 1.733.333 + 1.800.000 sangat murah bukan

silahkan coba sendiri semoga artikel ini dapat diterapkan dengan benar

No comments